Satpolairud Polresta Banyuwangi Intensifkan Patroli Selat Bali Jelang Pengangkatan Bangkai KMP Tunu Pratama Jaya

Berita7 Dilihat
banner 468x60

Satuan Polisi Air dan Udara (Satpolairud) Polresta Banyuwangi mengintensifkan patroli rutin di perairan Selat Bali sebagai bagian dari pengamanan dan pengawasan menjelang proses pengangkatan bangkai kapal KMP Tunu Pratama Jaya. Langkah ini dilakukan untuk memastikan seluruh tahapan persiapan berjalan aman serta sesuai dengan prosedur keselamatan pelayaran.

Patroli tersebut menggunakan Kapal Polisi RBB dan dipimpin langsung oleh Kasat Polairud Polresta Banyuwangi, Kompol Muchammad Wahyudi, A.Md., S.H., dengan melibatkan personel Aiptu Erman, Aipda I Nyoman Suma, dan Bripda Luthfan.

banner 336x280

Kegiatan diawali dengan patroli di jalur penyeberangan Ketapang–Gilimanuk, di mana petugas memberikan imbauan kepada pengguna jasa laut agar selalu memperhatikan kondisi cuaca serta mengutamakan keselamatan selama berlayar. Selanjutnya, patroli diperluas dengan pemantauan perairan sekitar, termasuk pengecekan area lego jangkar kapal-kapal yang berada di Selat Bali.

Dalam rangkaian patroli tersebut, Satpolairud juga melakukan pemeriksaan di sekitar Kapal Pioneer 88 berkapasitas GT 2.256, yang saat ini lego jangkar di Selat Bali. Kapal crane tersebut disiapkan sebagai sarana pendukung utama dalam proses pengangkatan bangkai KMP Tunu Pratama Jaya.

Selain itu, personel Satpolairud melakukan pengawasan ketat terhadap titik koordinat buih yang telah ditetapkan sebagai area terbatas. Pengawasan ini bertujuan mencegah kapal lain melintas di zona operasi, sehingga tidak mengganggu proses persiapan maupun membahayakan keselamatan pelayaran.

Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol Dr. Rofiq Ripto Himawan menyampaikan bahwa Satpolairud berperan sebagai pengawas utama seluruh aktivitas kelautan di wilayah Selat Bali, termasuk dalam operasi berskala besar seperti pengangkatan bangkai kapal. Pengawasan tersebut dilakukan secara terpadu bersama sejumlah pemangku kepentingan terkait guna memastikan setiap tahapan pekerjaan berjalan sesuai standar keselamatan.

Sebelumnya, pada Kamis malam (22/01/2026), telah dilaksanakan kegiatan yasinan dan tahlilan di atas Kapal Pioneer 88. Doa bersama itu digelar untuk mendoakan para korban KMP Tunu Pratama Jaya sekaligus memohon keselamatan dan kelancaran selama proses pengangkatan bangkai kapal berlangsung.

Pengangkatan bangkai kapal ini dilakukan sebagai langkah mitigasi untuk mencegah potensi pergeseran bangkai kapal yang dikhawatirkan dapat mendekati jalur kabel bawah laut. Apabila dibiarkan, kondisi tersebut berisiko mengganggu infrastruktur vital dan keselamatan aktivitas pelayaran di perairan Selat Bali.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *