Presiden Prabowo: Indonesia Bisa Bebas dari Kemiskinan Jauh Sebelum 2045, Targetkan Ekonomi Keenam Terbesar di Dunia

Berita6 Dilihat
banner 468x60

JAKARTA – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menyatakan keyakinannya bahwa Indonesia mampu keluar dari kemiskinan secara menyeluruh jauh sebelum tahun 2045, tahun yang selama ini dikenal sebagai visi besar menuju “Indonesia Emas.” Dalam pernyataan visioner yang disampaikannya di hadapan publik, Presiden menyebutkan bahwa pencapaian itu bukan sekadar harapan, melainkan berdasarkan proyeksi dan analisis data ekonomi yang realistis. “Saya optimis setelah saya mempelajari angka-angka, saya optimis kita bisa hilangkan kemiskinan dari Republik Indonesia, jauh sebelum 2045. Itu keyakinan saya dan itu tekad pemerintah saya,” tegas Presiden Prabowo. Ia menyatakan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia dalam beberapa tahun terakhir, ditambah potensi sumber daya alam, bonus demografi, dan peningkatan produktivitas nasional, merupakan landasan kuat untuk menjadikan Indonesia sebagai kekuatan ekonomi global. Presiden menargetkan agar Indonesia tidak hanya mengejar pertumbuhan ekonomi yang tinggi, namun juga mempercepat pemerataan dan peningkatan kesejahteraan di seluruh wilayah nusantara, dari kota hingga pelosok desa.

Dalam penjelasannya, Presiden Prabowo juga mengulas bagaimana kekayaan Indonesia telah menjadi incaran selama masa kolonialisme. Ia mengungkapkan bahwa selama lebih dari tiga abad penjajahan, Belanda telah mengambil kekayaan dari Indonesia senilai sekitar 31 triliun dolar AS—jumlah yang setara dengan Rp504 kuadriliun. Jumlah ini menurut Presiden, adalah sekitar 18 kali lipat dari Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia saat ini yang mencapai 1,5 triliun dolar AS, atau setara dengan anggaran negara selama 140 tahun. Oleh karena itu, Prabowo menegaskan bahwa menjaga dan mengelola kekayaan nasional secara mandiri serta berdaulat menjadi tanggung jawab utama seluruh elemen bangsa. Jika dikelola dengan tata kelola yang bersih, efisien, dan berpihak pada rakyat, Indonesia diyakini bisa meraih status sebagai salah satu dari enam kekuatan ekonomi terbesar di dunia pada tahun 2045. Dalam pandangan Presiden, cita-cita ini bukan utopia, melainkan tujuan strategis yang bisa dicapai melalui kebijakan berorientasi rakyat, reformasi struktural lintas sektor, dan penguatan kerja sama internasional yang saling menguntungkan. Di tengah arus perubahan global, Prabowo menegaskan bahwa Indonesia harus melangkah dengan keyakinan, visi besar, dan kemauan politik yang kokoh untuk memastikan bahwa masa depan bangsa akan ditentukan oleh tangan rakyatnya sendiri, bukan oleh bangsa lain.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *