Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, melakukan kunjungan singkat ke Beijing, Tiongkok, untuk memenuhi undangan resmi Presiden Xi Jinping menghadiri parade militer angkatan bersenjata China pada Rabu (3/9). Prabowo berangkat dari Base Ops Pangkalan Udara TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, didampingi Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya. Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menjelaskan, undangan Presiden Xi sebenarnya ditujukan agar Prabowo hadir sejak 31 Agustus, namun keberangkatan ditunda karena adanya dinamika penting di dalam negeri yang harus lebih dahulu diselesaikan. Prasetyo menekankan bahwa kunjungan ini bersifat khusus dan simbolis, mencerminkan hubungan diplomatik yang semakin erat antara Indonesia dan Tiongkok, khususnya dalam bidang pertahanan dan kerja sama strategis. Kehadiran Presiden Prabowo pada acara berskala internasional ini juga diartikan sebagai bentuk penghormatan terhadap mitra dagang terbesar Indonesia sekaligus menegaskan posisi Indonesia dalam percaturan geopolitik kawasan. Dengan agenda yang padat, kunjungan ini lebih difokuskan pada pemenuhan undangan resmi tanpa pertemuan bilateral panjang, mengingat Presiden dijadwalkan segera kembali ke tanah air usai parade.
Parade militer yang digelar di Beijing merupakan salah satu agenda prestisius yang rutin dihadiri para pemimpin dunia untuk menunjukkan dukungan diplomatik sekaligus mempererat hubungan bilateral dengan China. Kehadiran Prabowo pada momentum tersebut dinilai sebagai langkah strategis dalam memperkuat citra kepemimpinannya di tingkat global, mengingat isu pertahanan dan stabilitas kawasan Asia Pasifik tengah menjadi perhatian internasional. Pemerintah Indonesia berharap partisipasi ini mampu membuka ruang kerja sama lebih luas, baik di bidang ekonomi, investasi, maupun teknologi militer, sejalan dengan kebutuhan modernisasi alat utama sistem persenjataan (alutsista) Indonesia. Mensesneg Prasetyo Hadi menyebutkan, setelah menghadiri parade militer pada pagi hari, Presiden Prabowo dijadwalkan langsung kembali ke Jakarta pada Rabu malam, sehingga kunjungan ini sepenuhnya difokuskan pada acara resmi yang dihelat pemerintah China. Meski singkat, lawatan ini mempertegas komitmen Indonesia menjaga hubungan baik dengan Tiongkok, sekaligus menunjukkan konsistensi Presiden Prabowo dalam menempatkan kepentingan nasional dan dinamika dalam negeri sebagai prioritas utama. Dengan langkah diplomasi yang terukur ini, Indonesia diharapkan dapat menjaga keseimbangan hubungan internasionalnya, tetap aktif di kancah global, namun tidak mengabaikan kepentingan domestik yang lebih mendesak.











